HUMAS-Hari ini (Senin,07/08/2023) MAN Lumajang bersama Akedemi Relawan TIK Indonesia menggelar Seminar Pemberdayaan Panduan Digital, di Islamic Center MAN Lumajang.

Pada Seminar Literasi Digital ini turut hadir kepala MAN Lumajang Edi Nanang Sofyan Hadi, S.Ag.,M.Pd sebagai narasumber, Mei Santi, M.Sy sebagai Pandu Digital, Siti Johar Insiyah, S.Pd sebagai moderator.
Seminar ini mengusung tema tentang “Membentuk Pribadi yang Cerdas Digital” yang dihadiri sekitar kurang lebih 100 Peserta dengan beberapa siswa kelas XI dan didominasi siswa kelas XII.
Edi Nanang Sofyan Hadi, S.Ag.,M.Pd sebagai narasumber sekaligus kepala MAN Lumajang pada kata sambutannya menyampaikan “seminar literasi digital ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa MAN khususnya kelas XII agar kalian setelah lulus dari MAN bisa melek digital diera 4.0 ini,” ungkapnya.
Tingginya arus lalu lintas informasi menjadi faktor pentingnya seminar literasi digital hari ini, dengan terjadinya transformasi digital tentunya tidak dapat dipungkiri bahwa semakin banyak juga disinformasi yang beredar. Disinformasi dapat ditemui pada segala sektor, mulai dari politik, ekonomi, pendidikan, bahkan kesehatan.
Maka literasi digital adalah ilmu yang harus dimiliki oleh semua orang di era ini khususnya siswa dalam menjalankan peran peran sosialnya.
Edi Nanang Sofyan Hadi, S.Ag.,M.Pd menambahkan siswa MAN Lumajang dalam menggunakan perangkat digitalnya untuk bermedia sosial harus berdasarkan pilar 4 pilar utama, yaitu Etis Bermedia Digital, Aman Bermedia Digital, Cakap Bermedia Digital, dan Budaya Bermedia Digital.

Pandu Digital Akademi Relawan TIK Mei Santi, M.Sy, mengungkapkan salah satu upaya yang bisa dilakukan agar siswa MAN Lumajang terhindar dari kejahatan-kejahatan yang muncul di dunia maya salah satunya berita hoax berupa gambar, aplikasi, dan saat ini yang sedang viral berupa pdf.
Siswa MAN Lumajang harus bisa menyaring informasi agar tidak terpengaruh hoax, tidak mudah terprovokasi dalam berkomentar dimedia sosial yang dapat menyebabkan cyberbullying dan kejahatan lain, lebih peduli lagi terhadap rekam jejak digital dan privasi data diri agar tidak dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” Ungkapnya.

Diakhir kegiatan seminar, sesi tanya jawab diberikan kepada seluruh siswa untuk mereka dapat memperoleh jawaban atas problem yang dihadapi selama menggunakan media sosial. Senin (07/08/2023) (TF).

